Ku Rindukan Kasih Sayang

Aku rindu masa kecilku

Hidupku selalu dihiasi dengan berjuta kenangan .

Aku masih ingat dulu ketika aku masih kecil, aku selalu hidup dalam kasih sayang orang tua dan orang-orang yang selalu menyayangiku, dulu aku merasa bahwa dunia ini adalah milikku, karena dimanapun aku berada maka disitulah orang-orang menyambutku dengan rasa penuh kebahagiaan dan kasih sayang, aku selalu dimanja dalam masa kanak-kanakku dahulu, hingga aku merasakan seakan dunia ini begitu indah karena dipenuhi dengan kasih sayang, namun ketika aku beranjak dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanakku, aku baru merasakan betapa  jauhnya pebedaan kasih sayang yang ku alami, dulu orang-orang selalu menuruti semua kemauanku hingga apapun yang aku minta selalu mereka kabulkan, namun sekarang sangat sedikit orang yang mau mengerti kemauanku, dulu sewaktu aku kecil orang selalu mendengarkan ocehan manjaku, namun sekarang itu hanya tinggal kenangan yang selalu menghiasi hari-hariku karena sekarang sudah tidak ada teman lagi yang sudi mendengarkan curahan hatiku, sewaktu kecil dulu aku selalu ditemani oleh ibuku, beliau selalu menjagaku ketika aku tidur, beliau selalu memberikan dongeng sebagai pengantar tidurku, namun sekarang masa itu tidak aku rasakan ketika aku telah beranajak dewasa.

Kini setelah aku dewasa, aku merasa sendirian padahal banyak orang yang disampingku, kini aku merasa bahwa hidup ini seakan tiada kasih sayang lagi karena tidak aku dapati kasih sayang seperti dulu lagi, aku rindu pada masa-masa kecilku dulu, aku rindu belaian dan dongeng ibu sebagai pengantar tidurku, aku rindu pada mainan-mainan kecilku, ingin sekali aku mengulang masa-masa kecilku, namun aku sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena sekarang aku sudah beranjak dewasa dan ini adalah masa dimana aku harus memulai mengukir sejarah kehidupanku didunia ini, demi masa depanku maka akan ku tinggalkan masa-masa laluku, demi keberhasilan hidupku akan aku tinggalkan mainan-mainan kecilku dulu, dan demi harapanku maka aku tidak akan mengharapkan kasih sayang orang lain lagi tapi akan aku bagikan kasih sayangku kepada semua orang, agar hidupku ini dipenuhi dengan kasih sayang.

sekarang aku hidup dalam pengharapan, aku berharap suatu saat nanti akan ada teman yang mau mengembalikan semua yang dulu pernah aku rasa dahulu, teman pendamping yang selalu mendengarkan curahan hatiku, teman yang selalu ada ketika aku membutuhkannya, teman yang selalu memberikan motivasi dalam hidupku, teman pendamping yang selalu menasehatiku dalam kebaikan dan kesabaran, aku yakin dia akan datang seiring dengan berjalannya waktu, karena aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan Doa-doaku dalam setiap sujudku. Aku yakin dia pasti datang…

 

Untaian kata ini ku tulis sewaktu aku dalam kesendirian, dalam sunyinya malam yang dihiasi dengan beribu kerinduan pada masa-masa dalu.

masjid Abubakar as’sydiq 20 rajab 1430 H.

 



Salam Cinta Untuk Pedagang Krupuk

 

Aku Rindu Pada Kalian…

 

Ketika dalam suatu seminar saya ditanya oleh seorang motivator, kenapa anda bisa menjalani hidup dengan penuh semangat dan penuh optimisme, maka salah satu jawaban saya adalah karena saya punya keluarga dan saya punya seorang ayah, ya seorang ayah, dialah orang yang membuat saya bisa melangkah sejauh ini, saya adalah seorang mahasiswa disebuah sekolah tinggi ilmu informatika swasta disolo, tentu ketika saya berstatus sebagai seorang mahasiswa disebuah sekolah tinggi informatika banyak orang yang mengira karena bahwa saya adalah seorang anak dari keluarga yang kaya raya dan terpandang, namun dalam kenyaaannya saya adalah seorang anak dari seorang pedagang krupuk yang setiap hari harus bersusah payah menyelusuri jalan raya agar krupuk yang dibawanya bisa habis terjual, ya itulah profisi ayah saya sekarang.

        Ayah saya bekerja disurabaya sebagai penjual krupuk semenjak saya masih kecil, walaupun beliau  adalah seorang pedagang krupuk asongan namun semangat beliau didalam mendidik anak-anaknya sangat luar biasa, beliau selalu berusaha agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan diperguruan tinggi supaya  nantinya anak-anaknya bisa menjadi orang yang sukses.

        Ayah saya selalu menuruti kebutuhan anaknya, Dulu ketika saya masih sekolah di SMA, banyak temen-temen sebaya saya dari kalangan anak-anak orang kaya yang sudah dibelikan motor oleh orang tua mereka, ketika melihat hal itu, ayah saya berniat untuk membelikan motor buat saya tanpa terlebih dahulu memberi tahu kepada saya, hal ini dikarenakan beliau ingin memberikan kejutan buat saya, padahal saat itu harga motor sangatlah mahal, kalau dihitung-hitung penghasilan ayah saya selama satu tahun pun tidak akan bisa cukup digunakan untuk membeli motor, namun ayahku adalah seorang ayah yang tidak mudah putus asa, dia memberanikan diri untuk meminjam uang diBank agar anaknya ini bisa mengendarai motor seperti teman-temannya, sungguh tidak disangka dengan modal keberanian ayah untuk meminjam uang dibank akhirnya saya bisa mengendarai sepeda motor dengan merk Yamaha yang sampai sekarang selalu menemaniku didalam setiap langkah dakwahku ini.

        Suatu pagi sekitar ba’da subuh, ayahku pulang dari Surabaya, waktu itu suasana rumah masih sepi karena saya dan ibu saya masih sholat berjama’ah dimasjid, kebetulan rumah saya ada disamping masjid, jadi ketika waktu sholat tiba maka suara mudzin akan terdengar dengan jelas dan keras dirumah kami, jadi dengan segera kami pun biasanya langsung berbondong-bondong pergi kemasjid untuk melakukan shalat berjama’ah, ayah yang saat itu masih kecapkan karena habis pejalanan dari Surabaya –sragen dengan sabarnya menunggu diluar rumah karena pintu masuk sedang dikunci, setelah beberapa saat saya dan ibu pun pulang dari mesjid dan dengan senyuman yang sangat teduh ayah menyambut kami, kemudian kami sekeluarga pun masuk kedalam rumah dengan hati yang dipenuhi dengan kebahagiaan karena kami sekeluarga bisa berkumpul dan bercengkrama bersama-sama, selang beberapa saat kemudian ayah memanggil saya dan sambil memasukkan tangannya kedalam sakunya ayah menanyakan tentang pekembangan saya disekolah, karena waktu itu saya masih duduk dibangku kelas 3 SMA NEGERI 1 SUKODONO, beberapa saat kemudian ayah mengeluarkan tangannya dari sakunya, sungguh tidak disangka ternyata barang yang dikeluarkan oleh ayah saya dari sakunya adalah sebuah HP yang masih bagus, dengan senyuman yang penuh dengan kesejukan ayah mengulurkan tangannya yang saat itu sedang membawa sebuah HP kepada saya, sungguh ini seperti mimpi karena memang sudah lama saya menginginkan sebuah alat Bantu komunikasi seperti HP untuk memperlancar komunikasi saya dengan teman-teman dan para guru saya. Sambil menngulurkan tangan saya untuk menerima HP pemberian ayah tiba air mata ini tidak mengalir seakan membasahi wajah ini, kemudian dengan bijaknya ayah menceritakan bahwa HP yang diberikan kepada saya itu dulunya adalah milik seorang temannya yang ada disurabaya, pada saat itu temannya sedang mengalami kecelakaan, dan saat itu temannya sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan dirumah sakit, maka dengan terpaksa teman ayah mejual salah satu HPnya, akan tetapi setiap orang yang ingin membeli HPnya selalu menawar dengan harga yang tidak semestinya yang mana harga penawarannya sangat jauh dari harga pasaran, setelah itu karena merasa kasihan ayah membeli HP milik temannya tersebut dengan harga Rp.350.000, padahal teman ayah tersebut hanya menjual HPnya dengan harga Rp. 300.000, ketika uang yang Rp.50.000 dikembalikan kepada ayah saya, beliau menolak dan beliau mengatakan bahwa uang yang 50.000 adalah uang bantuan dari ayah untuk biaya pengobatan temannya dan ayah juga mohon maaf kepada temannya dikarenakan hanya bisa memberikan bantuan sedikit dan tidak bisa lebih banyak lagi, sungguh mulia sekali hatimu ayah tanpa terasa air mata ini semakin deras mambasahi wajah ini.

        Hingga suatu hari ketika saya sudah duduk dibangku kuliah diperguruan tinggi ilmu computer, saya mendapatkan tugas dari kampus untuk membuat pemograman computer dirumah, sungguh saat itu saya tidak tau harus berbuat apa, karena saat itu adalah hari sabtu sedangkan waktu pengumpulan tugasnya paling lambat adalah hari senin, sungguh bingung sekali saya saat itu karena saat itu posisi saya ada dikampung dan dikampung tidak ada yang punya computer selain kakak sepupu saya dan juga laptop kelurahan yang dibawa oleh bapak lurah, melihat keadaan saya yang murung saat itu ibu saya menanyakan sebab dari kemurungan saya, kemudian saya ceritakan semua permasalahan saya kepada ibu saya dan dengan seksama ibu saya memperhatikan setiap perkataan saya, setelah ibu selesai mendengarkan keluhan saya, ibu hanya bisa berpesan agar saya harus selalu sabar, selang beberapa waktu kemudian ibu menceritakan keluhan saya kepada ayah, setelah mendengar cerita dari ibu tentang keluhan saya terhadap tugas-tugas kampus, ayah langsung bergegas ketempat budhe saya untuk meminjam laptop pada kakak sepupu saya, namun setelah sampai disana ternyata laptop kakak sepupu saya tidak dibawa dan masih ditinggal dikost-kosannya diKlaten, setelah itu ayah pergi ketempat bapak kepala desa untuk meminjam laptop, namun sampai disana ayah juga tidak juga mendapatkan laptop dikarenakan waktu itu laptopnya baru dipinjam oleh karyawan kantor kelurahan, sungguh saat itu ayah bersusah payah untuk bisa mendapatkan pinjaman laptop agar saya bisa mengerjakan tugas kampus dengan lancar, tapi sesampainya dirumah ayah tidak membawa apa-apa kecuali pakaian dan celana yang basah dikarenakan air hujan yang membasahi teseluruh tubuhnya, setelah itu ayah dengan perlahan mendekatiku dan menasehatiku agar saya tetap sabar dalam setiap menjalani kehidupan ini, kemudian setelah itu ayah menanyakan  tentang harga laptop kepada saya, dan dengan suara lirih saya menjawab “sekitar 6 jutaan pak”, mendengar jawabanku ayah menundukkan kepalanya sambil mengusap dahinya yang masih basah karena tetesan air hujan. Namun setelah itu ayah tersenyum dan berkata “sabar ya nak, yang penting kamu harus belajar dengan giat dan jangan memikirkan apa-apa kecuali belajar dengan giat”.

        Sungguh tidak disangka setelah kejadian itu ayah memberanikan diri untuk meminjam uang pada juragannya, sebenarnya ayah ingin meminjam uang dibank tapi ayah masih mempunyai tanggungan hutang dibank jadi ayah tidak bisa mengajukan pembiayaan dibank lagi kecuali hutangnya harus dilunasi terlebih dahulu, akhirnya dengan penuh penghinaan ayah mendapatkan uang pinjaman dari juragannya sebesar 4 juta rupiah, setelah itu ayah menyuruh kakak sepupu saya untuk menelphon saya dan menyuruh saya pulang untuk mengambil uang buat membeli laptop disolo, ketika mendengar hal itu saya hampir tidak percaya dari mana ayah mendapatkan uang sebanyak itu padahal ayah saya hanya seorang pedagang krupuk asongan diwarung-warung yang setiap hari berkeliling dengan motor butut pemberian kakaknya yang sudah meninggal dunia.

        Selang beberapa hari kemudian ketika saya mau pulang untuk mengambil uang tersebut, tiba-tiba ada seorang tetangga saya yang kebetulan bekerja disolo menemui saya dengan membawa sebuah amplop tebal yang berisi uang sebesar 6 juta rupiah, sungguh hal ini tidak terbayang didalam benakku dan memang tidak terpikirkan olehku, dulu ketika ayah bertanya tentang harga laptop, saya kira beliau hanya bercanda dan hanya sebuah hiasan kata untuk menghibur diri saya ketika sedang tebentur masalah dengan tugas kampus, akan tetapi hal itu ternyata bukan sekedar hiasan kata penghibur melainken sebuah realita yang terjadi.

         Dua minggu kemudian alhamdulillah saya sudah mendapatkan laptop yang masih baru, laptop itu saya beli ditoko computer milik teman saya didaerah solo, setelah saya mendapatkan laptop tersebut saya langsung pulang dan ingin memperlihatkannya kepada keluarga saya dikampung, sesampainya dikampung saya, banyak tetangga saya yang berkunjung kerumah saya untuk melihat laptop baru saya karena memang didesa saya adalah desa yang terpencil sehingga  ketika saya membawa laptop kerumah bayak yang takjub karena memang begitulah kondisi didesa saya yang belum tersentuh oleh perkembangan tehnologi terkini.

        Ketika malam ahad seperti biasanya dikampung saya ada pengajian rutin yang diadakan oleh RISMA ( remaja islam masid ), ketika itu teman-teman saya meminta saya untuk mengisi acara inti didalam forum remaja tersebut, karena kebetulan saya adalah mantan ketua RISMA angkatan 05/06 jadi mereka menganggap saya senior dalam RISMA tersebut, tapi tawaran mereka saya tolak karena ibu saya ingin berbincang-bincang dengan saya, soalnya saya jarang pulang kerumah jadi mungkin ibu ingin mengobati kerinduanya terhadap anaknya yang satu ini, malam itu ibu bercarita tentang kondisi sawah kami yang menjelang panen, kondisi warga didesa kami sampai perkembangan-perkembangan terkini didesa kami, saya pun juga bercerita pada ibu saya mengenai keadaan saya dikampus, mengenai keadaan dimasjid tempat tinggal saya ketika disolo karena saya disolo tinggal  dimasjid menjabat sebagai ta’mir masjid, selain itu saya juga bercerita tentang kondisi saya di Ma’had abu bakar UMS (universitas muhammadiyah surakrta ), karena selain saya belajar disekolah tinggi ilmu computer, saya juga kuliah dima’had abubakar UMS program biasiswa jurusan Tahfidz, ya ketika malam itu saya dan ibu saya saling bertukar pengalaman dan berbagi cerita, dan sebagai penutup dalam cerita itu ibu berkata kepada saya

“nak hati-hati disana ya, kami semua disini selalu mengkhawatirkanmu, setiap malam ibu selalu bangun untuk shalat tahajud untuk mendoakanmu agar kamu nanti bisa menjadi orang yang sukses dan orang yang bermanfaat bagi lingkunganmu, nak kami semua sangat mendukung apapun keputusan yang engkau ambil karena kami semua sangat percaya kepadamu, ayah dan ibu akan berusaha untuk mencukupi semua yang engkau butuhkan karena itu adalah kewajiban kami sebagai orang tua, jadi kamu jangan memikirkan apa-apa, kamu konsentrasi saja dengan pelajaran dikampusmu maupun dima’had, ayah ibu mencari uang selama ini hanya untuk kamu dan adikmu, jadi jangan engkau kecewaan kami berdua, nak ingat bahwa laptop yang engkau bawa sekarang ini selain uang dari hasil hutang ayahmu kepada majikannya sebagian adalah hasil dari ayahmu menjual sepeda motor miliknya, karena dia ingin engkau menjadi orang yang sukses dan orang yang bermanfaat bagi orang lain, nak kami tidak mengharapkan apa-apa dari hasil kesuksesanmu kelak, karena  yang kami harapkan padamu sekarang sudah kami dapatkan, karena engkau adalah anak yang selalu nurut dan berbakti pada kami dan itulah harapan kami yang sudah kami dapatkan darimu, sekarang tunaikanlah harapan orang lain terhadapmu, nak didesa kita banyak orang-orang yang menganggur jadilah engkau harapan bagi mereka, sekolahlah yang rajin ya nak dan hati-hati disana, doa kami selalu menyertaimu”.

Mendengar ucapan ibu sebenarnya saya ingin menangis tapi saya coba untuk menahannya karena saya ingin kelihatan tegar dihadapan ibu saya, setelah kami selesai bercerita sayapun bergegas tidur, namun diri ini tak kuasa untuk menikmati indahnya peraduan mimpi dimalam hari, karena pikiran saya selalu terbayang-bayang dengan ucapan ibu saya, yah salah satunya adalah tindakan yang ayah lakukan dengan menjual motornya yang setiap hari dia gunakan untuk mencari rezki, yang setiap hari dia gunakan untuk memasarkan dagangan krupuknya disurabaya, semua itu beliau lakukan agar anaknya bisa mempunyai laptop sehingga kuliah saya bisa lancar.

Ayah, aku rindu kepadamu, sudah berbulan-bulan kita tidak bersua, ingin sekali aku memelukmu erat untuk mengobati kerinduanku ini. ya Allah saya bersyukur bisa memiliki keluarga seperti mereka, saya bersyukur terhadap yang Engkau berikan kepada saya, Ya Allah berikanlah kebahagiaan kepada kedua orang tua saya  yang selalu mengorbankan jiwa dan raganya hanya untuk masa depan anaknya, Ya Allah berikanlah saya kesempatan untuk membahagiakan mereka berdua sebagai tanda baktiku kepada mereka, kabulkanlah permintaanku Ya Allah….

 

 

 

 Untuk ayah, ibu dan adikku miftahul huda.

aku rindu pada kalian semua, aku rindu ingin bertemu dengan kalian, aku rindu dengan belaian lembut kalian, aku rindu pada canda tawa kalian, aku rindu pada ketika bisa berjalan-jalan dengan kalian, aku rindu, sungguh aku rindu, kapan ya Allah kerinduan ini bisa terobati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18 maret 2009

(inilah coretan pena sebagai penghibur hatiku dihari kelahiranku)

Menghitung Kekayaan Abdurohman Bin Auf

Setiap kali kita mendengar presentasi sebuah produk MLM, atau mengikuti training kewirausahaan, kita pasti akan mendengar bumbu-bumbu motivasi yang dasyhat yang terkadang belum pernah terpikirkan sebelumnya, misalnya ; penghasilan ratusan juta sebulan, kekayaan melimpah, bahkan lebih dari itu ! Wah ..wah ..j ujur saja, harta segitu-segitu itu bagi saya pribadi masih jauh tak terukur. Membayangkan pun jarang-jarang. Bayangkan kalau pendapatan Anda 100 juta lebih perbulan, kira-kira apakah Anda aman berjalan sendirian ? makan warung di pinggir jalan ? atau sekedar baca-baca di Gramedia ?

Nah tadinya saya pikir harta segitu cuma buat mereka yang 24-jamnya buat urusan dunia, atau setidaknya membangun kerajaan bisnisnya dari usia muda hingga mau meninggal baru bisa menuai hasilnya. Atau setidaknya saya pernah berpikir bahwa harta sebesar itu tidak akan mungkin mampir pada seorang aktifis dakwah atau ustadz yang sebagian waktunya untuk mengurusi umat. Tapi ternyata itu salah. Banyak harapan untuk menjadi kaya, dan ternyata kaya itu biasa. Setidaknya setelah saya membaca kisah Abdurrahman bin Auf ; sahabat mulia yang dijanjikan surga, sekaligus pedagang kaya raya yang membangun kerajaan bisnisnya, kurang dari sepuluh tahun paska hijrah.

Sosok Abdurrahman bin auf memang menjadi ikon tersendiri tentang kekayaan jaman sahabat. Dan kekayaan beliau bukan isapan jempol belaka. Pernah suatu ketika iring-iringan barang dagangnya yang mencapai 700 unta, sampai menggegerkan warga Madinah karena suara ribut yang dihasilkannya. Tapi sesungguhnya bukan itu saja, masih banyak lagi aset beliau yang sangat banyak, bahkan konglomerat jaman ini pun tak bisa menyainginya.

Jangan Cuma percaya aja kalau beliau sahabat yang kaya raya, tapi mari kita lihat coba menganalisa perkiraan total kekayaan beliau, dari beberapa riwayat tentang sejarah hidupnya dalam Kitab Asadul Ghoba. Semua untuk menambah keyakinan, bahwa sejarah orang Islam juga diwarnai sejarah orang-orang kaya !

Cara Pertama : Menghitung Infak beliau ketika masih Hidup dan Peninggalannya

INFAK BELIAU SEMASA HIDUP (yang terdokumentasikan)

1)Sedekah pertama 4.000 dinar (Rp 4,250,000,000)
2) Sedekah kedua 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000 )
3) Sedekah ketiga 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000)
4) Sedekah berupa Unta fisabilillah sebanyak 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )
5) Tanah untuk Istri2 Rasulullah 40.000 dinar (42,500,000,000 )

Sehingga total perkiraan Infak Beliau saat masih Hidup Rp 141,750,000,000

HARTA BELIAU SAAT MENINGGAL

1) Berwasiat untuk fii sabilillah 50.000 dinar (Rp 53,125,000,000)
2) Berwasiat untuk para veteran Badr 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000)
3) Berwasiat unta fii sabilillah 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )
4) Hewan Ternak – unta 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )
5) Kuda 100 ekor (Rp 1,000,000,000 )
6) Kambing 1.300 ekor (1,300,000,000 )
7) Ganti Hak waris untuk 4 istrinya 320.000 dinar (Rp 340,000,000,000)

Perkiraan Harta Tinggalan Beliau Rp 457,925,000,000

TOTAL PERKIRAAN ASET MINIMAL Rp 599,675,000,000 ( Rp 600 Milyar )

Cara Kedua : Menghitung Ganti Waris untuk keempat Istrinya

Diriwayatkan bahwa keempat istri Abdurrahman bin Auf mendapatkan ganti hak waris sebesar 80.000 dinar ( Rp 85 milyar) peristri, sehingga total ganti waris untuk keempat istrinya adalah Rp 340 Milyar. Nah, sesuai dengan hukum waris ( melalui pendekatan perkiraan ) bahwa jatah waris istri-istri adalah seperdelapan dari total warisan. Itu berarti angka Rp 340 M baru seperdelapan kekayaan total beliau. Sehingga asumsi minimalnya, kekayaan warisan beliau totalnya adalah Rp 340 M x 8 = Rp 2,72 Trilyun.

Sekali lagi, paparan di atas itu baru perkiraan MINIMAL , ada beberapa aset yang tidak bisa kami analisa karena tidak jelas berapa nilainya. Seperti : Diriwayatkan bahwa ketika beliau meninggal, masih ada peninggalan beliau yang berupa LOGAM EMAS YANG SANGAT BESAR ! Bahkan mereka yang mencoba memotongnya dengan kapak pun tangannya menjadi pegal bengkak-bengkak ! Bayangin aja sobat, segedhe apa tuh emas warisan Abdurrahman bin Auf.

Jadi kalau kita perkirakan sesuai analisa di atas, bahwa harta beliau berkisar antara Rp 600 Milyar hingga Rp 2,7 Trilyun, itu belum termasuk bongkahan emasnya ! Bayangin pula, mana ada di dunia ini yang ketika meninggal bagi-bagi harta sampai sebesar itu ? Bahkan empat istri tercintanyapun langsung dapat ganti waris secara cash masing-masing 85 milyar !

Bukan itu saja, yang lebih membuat kita kagum bahwa beliau itu jelas tercatat mendapat jatah SURGA AWARD, yaitu nama beliau termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk surga oleh Rasulullah SAW ! Subhanallah, persis jargon anak muda zaman ini ; tua kaya raya dan mati masuk surga ! Nah berani kaya ? harus berani mencontoh Abdurrahman bin Auf ; luar dalam..

NB : Kurs 1 Dinar, disesuaikan dengan standar WTO ( World Trade Organization), yaitu seharga 4,25 gram emas 22 karat. Untuk konteks di Indonesia, harga emas 22 karat sekitar Rp 250.000 pergram, sehingga 1 dinar sekitar Rp 1.062.500

Ilmu Komputer

BAB 1

SEJARAH KOMPUTER

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.
Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan dibahas secara lengkap pada tulisan ini.


ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIK

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dgn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks. Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952. Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

KOMPUTER GENERASI KEDUA

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesi

Ilmu Komputer

BAB 1

SEJARAH KOMPUTER

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.
Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan dibahas secara lengkap pada tulisan ini.


ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIK

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dgn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks. Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952. Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

KOMPUTER GENERASI KEDUA

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesi