ku rindukan kasih sayang









Aku rindu masa kecilku


Hidupku selalu dihiasi dengan berjuta kenangan .


Aku masih ingat dulu ketika aku masih kecil, aku selalu hidup dalam kasih sayang orang tua dan orang-orang yang selalu menyayangiku, dulu aku merasa bahwa dunia ini adalah milikku, karena dimanapun aku berada maka disitulah orang-orang menyambutku dengan rasa penuh kebahagiaan dan kasih sayang, aku selalu dimanja dalam masa kanak-kanakku dahulu, hingga aku merasakan seakan dunia ini begitu indah karena dipenuhi dengan kasih sayang, namun ketika aku beranjak dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanakku, aku baru merasakan betapa  jauhnya pebedaan kasih sayang yang ku alami, dulu orang-orang selalu menuruti semua kemauanku hingga apapun yang aku minta selalu mereka kabulkan, namun sekarang sangat sedikit orang yang mau mengerti kemauanku, dulu sewaktu aku kecil orang selalu mendengarkan ocehan manjaku, namun sekarang itu hanya tinggal kenangan yang selalu menghiasi hari-hariku karena sekarang sudah tidak ada teman lagi yang sudi mendengarkan curahan hatiku, sewaktu kecil dulu aku selalu ditemani oleh ibuku, beliau selalu menjagaku ketika aku tidur, beliau selalu memberikan dongeng sebagai pengantar tidurku, namun sekarang masa itu tidak aku rasakan ketika aku telah beranajak dewasa.


Kini setelah aku dewasa, aku merasa sendirian padahal banyak orang yang disampingku, kini aku merasa bahwa hidup ini seakan tiada kasih sayang lagi karena tidak aku dapati kasih sayang seperti dulu lagi, aku rindu pada masa-masa kecilku dulu, aku rindu belaian dan dongeng ibu sebagai pengantar tidurku, aku rindu pada mainan-mainan kecilku, ingin sekali aku mengulang masa-masa kecilku, namun aku sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena sekarang aku sudah beranjak dewasa dan ini adalah masa dimana aku harus memulai mengukir sejarah kehidupanku didunia ini, demi masa depanku maka akan ku tinggalkan masa-masa laluku, demi keberhasilan hidupku akan aku tinggalkan mainan-mainan kecilku dulu, dan demi harapanku maka aku tidak akan mengharapkan kasih sayang orang lain lagi tapi akan aku bagikan kasih sayangku kepada semua orang, agar hidupku ini dipenuhi dengan kasih sayang.


sekarang aku hidup dalam pengharapan, aku berharap suatu saat nanti akan ada teman yang mau mengembalikan semua yang dulu pernah aku rasa dahulu, teman pendamping yang selalu mendengarkan curahan hatiku, teman yang selalu ada ketika aku membutuhkannya, teman yang selalu memberikan motivasi dalam hidupku, teman pendamping yang selalu menasehatiku dalam kebaikan dan kesabaran, aku yakin dia akan datang seiring dengan berjalannya waktu, karena aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan Doa-doaku dalam setiap sujudku. Aku yakin dia pasti datang…


 


Untaian kata ini ku tulis sewaktu aku dalam kesendirian, dalam sunyinya malam yang dihiasi dengan beribu kerinduan pada masa-masa dalu.


masjid Abubakar as’sydiq 20 rajab 1430 H.


 




salam cinta untuk pedagang krupuk

 


Aku Rindu Pada Kalian…


 


Ketika dalam suatu seminar saya ditanya oleh seorang motivator, kenapa anda bisa menjalani hidup dengan penuh semangat dan penuh optimisme, maka salah satu jawaban saya adalah karena saya punya keluarga dan saya punya seorang ayah, ya seorang ayah, dialah orang yang membuat saya bisa melangkah sejauh ini, saya adalah seorang mahasiswa disebuah sekolah tinggi ilmu informatika swasta disolo, tentu ketika saya berstatus sebagai seorang mahasiswa disebuah sekolah tinggi informatika banyak orang yang mengira karena bahwa saya adalah seorang anak dari keluarga yang kaya raya dan terpandang, namun dalam kenyaaannya saya adalah seorang anak dari seorang pedagang krupuk yang setiap hari harus bersusah payah menyelusuri jalan raya agar krupuk yang dibawanya bisa habis terjual, ya itulah profisi ayah saya sekarang.


        Ayah saya bekerja disurabaya sebagai penjual krupuk semenjak saya masih kecil, walaupun beliau  adalah seorang pedagang krupuk asongan namun semangat beliau didalam mendidik anak-anaknya sangat luar biasa, beliau selalu berusaha agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan diperguruan tinggi supaya  nantinya anak-anaknya bisa menjadi orang yang sukses.


        Ayah saya selalu menuruti kebutuhan anaknya, Dulu ketika saya masih sekolah di SMA, banyak temen-temen sebaya saya dari kalangan anak-anak orang kaya yang sudah dibelikan motor oleh orang tua mereka, ketika melihat hal itu, ayah saya berniat untuk membelikan motor buat saya tanpa terlebih dahulu memberi tahu kepada saya, hal ini dikarenakan beliau ingin memberikan kejutan buat saya, padahal saat itu harga motor sangatlah mahal, kalau dihitung-hitung penghasilan ayah saya selama satu tahun pun tidak akan bisa cukup digunakan untuk membeli motor, namun ayahku adalah seorang ayah yang tidak mudah putus asa, dia memberanikan diri untuk meminjam uang diBank agar anaknya ini bisa mengendarai motor seperti teman-temannya, sungguh tidak disangka dengan modal keberanian ayah untuk meminjam uang dibank akhirnya saya bisa mengendarai sepeda motor dengan merk Yamaha yang sampai sekarang selalu menemaniku didalam setiap langkah dakwahku ini.


        Suatu pagi sekitar ba’da subuh, ayahku pulang dari Surabaya, waktu itu suasana rumah masih sepi karena saya dan ibu saya masih sholat berjama’ah dimasjid, kebetulan rumah saya ada disamping masjid, jadi ketika waktu sholat tiba maka suara mudzin akan terdengar dengan jelas dan keras dirumah kami, jadi dengan segera kami pun biasanya langsung berbondong-bondong pergi kemasjid untuk melakukan shalat berjama’ah, ayah yang saat itu masih kecapkan karena habis pejalanan dari Surabaya –sragen dengan sabarnya menunggu diluar rumah karena pintu masuk sedang dikunci, setelah beberapa saat saya dan ibu pun pulang dari mesjid dan dengan senyuman yang sangat teduh ayah menyambut kami, kemudian kami sekeluarga pun masuk kedalam rumah dengan hati yang dipenuhi dengan kebahagiaan karena kami sekeluarga bisa berkumpul dan bercengkrama bersama-sama, selang beberapa saat kemudian ayah memanggil saya dan sambil memasukkan tangannya kedalam sakunya ayah menanyakan tentang pekembangan saya disekolah, karena waktu itu saya masih duduk dibangku kelas 3 SMA NEGERI 1 SUKODONO, beberapa saat kemudian ayah mengeluarkan tangannya dari sakunya, sungguh tidak disangka ternyata barang yang dikeluarkan oleh ayah saya dari sakunya adalah sebuah HP yang masih bagus, dengan senyuman yang penuh dengan kesejukan ayah mengulurkan tangannya yang saat itu sedang membawa sebuah HP kepada saya, sungguh ini seperti mimpi karena memang sudah lama saya menginginkan sebuah alat Bantu komunikasi seperti HP untuk memperlancar komunikasi saya dengan teman-teman dan para guru saya. Sambil menngulurkan tangan saya untuk menerima HP pemberian ayah tiba air mata ini tidak mengalir seakan membasahi wajah ini, kemudian dengan bijaknya ayah menceritakan bahwa HP yang diberikan kepada saya itu dulunya adalah milik seorang temannya yang ada disurabaya, pada saat itu temannya sedang mengalami kecelakaan, dan saat itu temannya sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan dirumah sakit, maka dengan terpaksa teman ayah mejual salah satu HPnya, akan tetapi setiap orang yang ingin membeli HPnya selalu menawar dengan harga yang tidak semestinya yang mana harga penawarannya sangat jauh dari harga pasaran, setelah itu karena merasa kasihan ayah membeli HP milik temannya tersebut dengan harga Rp.350.000, padahal teman ayah tersebut hanya menjual HPnya dengan harga Rp. 300.000, ketika uang yang Rp.50.000 dikembalikan kepada ayah saya, beliau menolak dan beliau mengatakan bahwa uang yang 50.000 adalah uang bantuan dari ayah untuk biaya pengobatan temannya dan ayah juga mohon maaf kepada temannya dikarenakan hanya bisa memberikan bantuan sedikit dan tidak bisa lebih banyak lagi, sungguh mulia sekali hatimu ayah tanpa terasa air mata ini semakin deras mambasahi wajah ini.


        Hingga suatu hari ketika saya sudah duduk dibangku kuliah diperguruan tinggi ilmu computer, saya mendapatkan tugas dari kampus untuk membuat pemograman computer dirumah, sungguh saat itu saya tidak tau harus berbuat apa, karena saat itu adalah hari sabtu sedangkan waktu pengumpulan tugasnya paling lambat adalah hari senin, sungguh bingung sekali saya saat itu karena saat itu posisi saya ada dikampung dan dikampung tidak ada yang punya computer selain kakak sepupu saya dan juga laptop kelurahan yang dibawa oleh bapak lurah, melihat keadaan saya yang murung saat itu ibu saya menanyakan sebab dari kemurungan saya, kemudian saya ceritakan semua permasalahan saya kepada ibu saya dan dengan seksama ibu saya memperhatikan setiap perkataan saya, setelah ibu selesai mendengarkan keluhan saya, ibu hanya bisa berpesan agar saya harus selalu sabar, selang beberapa waktu kemudian ibu menceritakan keluhan saya kepada ayah, setelah mendengar cerita dari ibu tentang keluhan saya terhadap tugas-tugas kampus, ayah langsung bergegas ketempat budhe saya untuk meminjam laptop pada kakak sepupu saya, namun setelah sampai disana ternyata laptop kakak sepupu saya tidak dibawa dan masih ditinggal dikost-kosannya diKlaten, setelah itu ayah pergi ketempat bapak kepala desa untuk meminjam laptop, namun sampai disana ayah juga tidak juga mendapatkan laptop dikarenakan waktu itu laptopnya baru dipinjam oleh karyawan kantor kelurahan, sungguh saat itu ayah bersusah payah untuk bisa mendapatkan pinjaman laptop agar saya bisa mengerjakan tugas kampus dengan lancar, tapi sesampainya dirumah ayah tidak membawa apa-apa kecuali pakaian dan celana yang basah dikarenakan air hujan yang membasahi teseluruh tubuhnya, setelah itu ayah dengan perlahan mendekatiku dan menasehatiku agar saya tetap sabar dalam setiap menjalani kehidupan ini, kemudian setelah itu ayah menanyakan  tentang harga laptop kepada saya, dan dengan suara lirih saya menjawab “sekitar 6 jutaan pak”, mendengar jawabanku ayah menundukkan kepalanya sambil mengusap dahinya yang masih basah karena tetesan air hujan. Namun setelah itu ayah tersenyum dan berkata “sabar ya nak, yang penting kamu harus belajar dengan giat dan jangan memikirkan apa-apa kecuali belajar dengan giat”.


        Sungguh tidak disangka setelah kejadian itu ayah memberanikan diri untuk meminjam uang pada juragannya, sebenarnya ayah ingin meminjam uang dibank tapi ayah masih mempunyai tanggungan hutang dibank jadi ayah tidak bisa mengajukan pembiayaan dibank lagi kecuali hutangnya harus dilunasi terlebih dahulu, akhirnya dengan penuh penghinaan ayah mendapatkan uang pinjaman dari juragannya sebesar 4 juta rupiah, setelah itu ayah menyuruh kakak sepupu saya untuk menelphon saya dan menyuruh saya pulang untuk mengambil uang buat membeli laptop disolo, ketika mendengar hal itu saya hampir tidak percaya dari mana ayah mendapatkan uang sebanyak itu padahal ayah saya hanya seorang pedagang krupuk asongan diwarung-warung yang setiap hari berkeliling dengan motor butut pemberian kakaknya yang sudah meninggal dunia.


        Selang beberapa hari kemudian ketika saya mau pulang untuk mengambil uang tersebut, tiba-tiba ada seorang tetangga saya yang kebetulan bekerja disolo menemui saya dengan membawa sebuah amplop tebal yang berisi uang sebesar 6 juta rupiah, sungguh hal ini tidak terbayang didalam benakku dan memang tidak terpikirkan olehku, dulu ketika ayah bertanya tentang harga laptop, saya kira beliau hanya bercanda dan hanya sebuah hiasan kata untuk menghibur diri saya ketika sedang tebentur masalah dengan tugas kampus, akan tetapi hal itu ternyata bukan sekedar hiasan kata penghibur melainken sebuah realita yang terjadi.


         Dua minggu kemudian alhamdulillah saya sudah mendapatkan laptop yang masih baru, laptop itu saya beli ditoko computer milik teman saya didaerah solo, setelah saya mendapatkan laptop tersebut saya langsung pulang dan ingin memperlihatkannya kepada keluarga saya dikampung, sesampainya dikampung saya, banyak tetangga saya yang berkunjung kerumah saya untuk melihat laptop baru saya karena memang didesa saya adalah desa yang terpencil sehingga  ketika saya membawa laptop kerumah bayak yang takjub karena memang begitulah kondisi didesa saya yang belum tersentuh oleh perkembangan tehnologi terkini.


        Ketika malam ahad seperti biasanya dikampung saya ada pengajian rutin yang diadakan oleh RISMA ( remaja islam masid ), ketika itu teman-teman saya meminta saya untuk mengisi acara inti didalam forum remaja tersebut, karena kebetulan saya adalah mantan ketua RISMA angkatan 05/06 jadi mereka menganggap saya senior dalam RISMA tersebut, tapi tawaran mereka saya tolak karena ibu saya ingin berbincang-bincang dengan saya, soalnya saya jarang pulang kerumah jadi mungkin ibu ingin mengobati kerinduanya terhadap anaknya yang satu ini, malam itu ibu bercarita tentang kondisi sawah kami yang menjelang panen, kondisi warga didesa kami sampai perkembangan-perkembangan terkini didesa kami, saya pun juga bercerita pada ibu saya mengenai keadaan saya dikampus, mengenai keadaan dimasjid tempat tinggal saya ketika disolo karena saya disolo tinggal  dimasjid menjabat sebagai ta’mir masjid, selain itu saya juga bercerita tentang kondisi saya di Ma’had abu bakar UMS (universitas muhammadiyah surakrta ), karena selain saya belajar disekolah tinggi ilmu computer, saya juga kuliah dima’had abubakar UMS program biasiswa jurusan Tahfidz, ya ketika malam itu saya dan ibu saya saling bertukar pengalaman dan berbagi cerita, dan sebagai penutup dalam cerita itu ibu berkata kepada saya


“nak hati-hati disana ya, kami semua disini selalu mengkhawatirkanmu, setiap malam ibu selalu bangun untuk shalat tahajud untuk mendoakanmu agar kamu nanti bisa menjadi orang yang sukses dan orang yang bermanfaat bagi lingkunganmu, nak kami semua sangat mendukung apapun keputusan yang engkau ambil karena kami semua sangat percaya kepadamu, ayah dan ibu akan berusaha untuk mencukupi semua yang engkau butuhkan karena itu adalah kewajiban kami sebagai orang tua, jadi kamu jangan memikirkan apa-apa, kamu konsentrasi saja dengan pelajaran dikampusmu maupun dima’had, ayah ibu mencari uang selama ini hanya untuk kamu dan adikmu, jadi jangan engkau kecewaan kami berdua, nak ingat bahwa laptop yang engkau bawa sekarang ini selain uang dari hasil hutang ayahmu kepada majikannya sebagian adalah hasil dari ayahmu menjual sepeda motor miliknya, karena dia ingin engkau menjadi orang yang sukses dan orang yang bermanfaat bagi orang lain, nak kami tidak mengharapkan apa-apa dari hasil kesuksesanmu kelak, karena  yang kami harapkan padamu sekarang sudah kami dapatkan, karena engkau adalah anak yang selalu nurut dan berbakti pada kami dan itulah harapan kami yang sudah kami dapatkan darimu, sekarang tunaikanlah harapan orang lain terhadapmu, nak didesa kita banyak orang-orang yang menganggur jadilah engkau harapan bagi mereka, sekolahlah yang rajin ya nak dan hati-hati disana, doa kami selalu menyertaimu”.


Mendengar ucapan ibu sebenarnya saya ingin menangis tapi saya coba untuk menahannya karena saya ingin kelihatan tegar dihadapan ibu saya, setelah kami selesai bercerita sayapun bergegas tidur, namun diri ini tak kuasa untuk menikmati indahnya peraduan mimpi dimalam hari, karena pikiran saya selalu terbayang-bayang dengan ucapan ibu saya, yah salah satunya adalah tindakan yang ayah lakukan dengan menjual motornya yang setiap hari dia gunakan untuk mencari rezki, yang setiap hari dia gunakan untuk memasarkan dagangan krupuknya disurabaya, semua itu beliau lakukan agar anaknya bisa mempunyai laptop sehingga kuliah saya bisa lancar.


Ayah, aku rindu kepadamu, sudah berbulan-bulan kita tidak bersua, ingin sekali aku memelukmu erat untuk mengobati kerinduanku ini. ya Allah saya bersyukur bisa memiliki keluarga seperti mereka, saya bersyukur terhadap yang Engkau berikan kepada saya, Ya Allah berikanlah kebahagiaan kepada kedua orang tua saya  yang selalu mengorbankan jiwa dan raganya hanya untuk masa depan anaknya, Ya Allah berikanlah saya kesempatan untuk membahagiakan mereka berdua sebagai tanda baktiku kepada mereka, kabulkanlah permintaanku Ya Allah….


 


 


 


 Untuk ayah, ibu dan adikku miftahul huda.


aku rindu pada kalian semua, aku rindu ingin bertemu dengan kalian, aku rindu dengan belaian lembut kalian, aku rindu pada canda tawa kalian, aku rindu pada ketika bisa berjalan-jalan dengan kalian, aku rindu, sungguh aku rindu, kapan ya Allah kerinduan ini bisa terobati.


 


 



 


 


 


 


 


 


 


18 maret 2009


(inilah coretan pena sebagai penghibur hatiku dihari kelahiranku)

menghitung kekayaan abdurohman bin auf





Setiap kali kita mendengar presentasi sebuah produk MLM, atau mengikuti training kewirausahaan, kita pasti akan mendengar bumbu-bumbu motivasi yang dasyhat yang terkadang belum pernah terpikirkan sebelumnya, misalnya ; penghasilan ratusan juta sebulan, kekayaan melimpah, bahkan lebih dari itu ! Wah ..wah ..j ujur saja, harta segitu-segitu itu bagi saya pribadi masih jauh tak terukur. Membayangkan pun jarang-jarang. Bayangkan kalau pendapatan Anda 100 juta lebih perbulan, kira-kira apakah Anda aman berjalan sendirian ? makan warung di pinggir jalan ? atau sekedar baca-baca di Gramedia ?



Nah tadinya saya pikir harta segitu cuma buat mereka yang 24-jamnya buat urusan dunia, atau setidaknya membangun kerajaan bisnisnya dari usia muda hingga mau meninggal baru bisa menuai hasilnya. Atau setidaknya saya pernah berpikir bahwa harta sebesar itu tidak akan mungkin mampir pada seorang aktifis dakwah atau ustadz yang sebagian waktunya untuk mengurusi umat. Tapi ternyata itu salah. Banyak harapan untuk menjadi kaya, dan ternyata kaya itu biasa. Setidaknya setelah saya membaca kisah Abdurrahman bin Auf ; sahabat mulia yang dijanjikan surga, sekaligus pedagang kaya raya yang membangun kerajaan bisnisnya, kurang dari sepuluh tahun paska hijrah.



Sosok Abdurrahman bin auf memang menjadi ikon tersendiri tentang kekayaan jaman sahabat. Dan kekayaan beliau bukan isapan jempol belaka. Pernah suatu ketika iring-iringan barang dagangnya yang mencapai 700 unta, sampai menggegerkan warga Madinah karena suara ribut yang dihasilkannya. Tapi sesungguhnya bukan itu saja, masih banyak lagi aset beliau yang sangat banyak, bahkan konglomerat jaman ini pun tak bisa menyainginya.



Jangan Cuma percaya aja kalau beliau sahabat yang kaya raya, tapi mari kita lihat coba menganalisa perkiraan total kekayaan beliau, dari beberapa riwayat tentang sejarah hidupnya dalam Kitab Asadul Ghoba. Semua untuk menambah keyakinan, bahwa sejarah orang Islam juga diwarnai sejarah orang-orang kaya !



Cara Pertama : Menghitung Infak beliau ketika masih Hidup dan Peninggalannya



INFAK BELIAU SEMASA HIDUP (yang terdokumentasikan)



1)Sedekah pertama 4.000 dinar (Rp 4,250,000,000)

2) Sedekah kedua 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000 )

3) Sedekah ketiga 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000)

4) Sedekah berupa Unta fisabilillah sebanyak 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )

5) Tanah untuk Istri2 Rasulullah 40.000 dinar (42,500,000,000 )



Sehingga total perkiraan Infak Beliau saat masih Hidup Rp 141,750,000,000



HARTA BELIAU SAAT MENINGGAL



1) Berwasiat untuk fii sabilillah 50.000 dinar (Rp 53,125,000,000)

2) Berwasiat untuk para veteran Badr 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000)

3) Berwasiat unta fii sabilillah 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )

4) Hewan Ternak – unta 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )

5) Kuda 100 ekor (Rp 1,000,000,000 )

6) Kambing 1.300 ekor (1,300,000,000 )

7) Ganti Hak waris untuk 4 istrinya 320.000 dinar (Rp 340,000,000,000)



Perkiraan Harta Tinggalan Beliau Rp 457,925,000,000



TOTAL PERKIRAAN ASET MINIMAL Rp 599,675,000,000 ( Rp 600 Milyar )



Cara Kedua : Menghitung Ganti Waris untuk keempat Istrinya



Diriwayatkan bahwa keempat istri Abdurrahman bin Auf mendapatkan ganti hak waris sebesar 80.000 dinar ( Rp 85 milyar) peristri, sehingga total ganti waris untuk keempat istrinya adalah Rp 340 Milyar. Nah, sesuai dengan hukum waris ( melalui pendekatan perkiraan ) bahwa jatah waris istri-istri adalah seperdelapan dari total warisan. Itu berarti angka Rp 340 M baru seperdelapan kekayaan total beliau. Sehingga asumsi minimalnya, kekayaan warisan beliau totalnya adalah Rp 340 M x 8 = Rp 2,72 Trilyun.



Sekali lagi, paparan di atas itu baru perkiraan MINIMAL , ada beberapa aset yang tidak bisa kami analisa karena tidak jelas berapa nilainya. Seperti : Diriwayatkan bahwa ketika beliau meninggal, masih ada peninggalan beliau yang berupa LOGAM EMAS YANG SANGAT BESAR ! Bahkan mereka yang mencoba memotongnya dengan kapak pun tangannya menjadi pegal bengkak-bengkak ! Bayangin aja sobat, segedhe apa tuh emas warisan Abdurrahman bin Auf.



Jadi kalau kita perkirakan sesuai analisa di atas, bahwa harta beliau berkisar antara Rp 600 Milyar hingga Rp 2,7 Trilyun, itu belum termasuk bongkahan emasnya ! Bayangin pula, mana ada di dunia ini yang ketika meninggal bagi-bagi harta sampai sebesar itu ? Bahkan empat istri tercintanyapun langsung dapat ganti waris secara cash masing-masing 85 milyar !



Bukan itu saja, yang lebih membuat kita kagum bahwa beliau itu jelas tercatat mendapat jatah SURGA AWARD, yaitu nama beliau termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk surga oleh Rasulullah SAW ! Subhanallah, persis jargon anak muda zaman ini ; tua kaya raya dan mati masuk surga ! Nah berani kaya ? harus berani mencontoh Abdurrahman bin Auf ; luar dalam..



NB : Kurs 1 Dinar, disesuaikan dengan standar WTO ( World Trade Organization), yaitu seharga 4,25 gram emas 22 karat. Untuk konteks di Indonesia, harga emas 22 karat sekitar Rp 250.000 pergram, sehingga 1 dinar sekitar Rp 1.062.500

doa dalam cinta

Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.


Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, "Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please Tuhan....., please..... Tolong dengarkan doa hambamu ini". Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.


Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan, tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan.


Suatu hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana. Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, "Hai teman, kalau kita searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan, oke?". maka si pemuda itu pun mendapat tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat.


Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.




Pembaca yang budiman,


Hanya sekedar mengandalkan doa saja namun tanpa usaha dan kerja nyata tidak mungkin ada perkembangan, hasil akhirnyapun  pasti nihil alias kosong, sedangkan sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Dengan dilengkapi doa tentu usaha kita itu terarah di jalan yang benar, baik dan halal, maka yang paling ideal adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi dengan doa,  niscaya segala usaha kita akan dikabulkan dan tentu hasil yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan.




 

tumbuhkan cita-citamu

 


TUMBUHKAN CITA-CITAMU

 

 

Kehidupan didunia ini seperti sebuah permainan dimana manusia sering kali terlena akan keindahan dunia yang disajikan pada mereka, padahal semua itu hanyalah tipu daya belaka yang akan membuat mereka terlena sehingga mereka lupa akan tujuan tuhan menciptakan mereka, padahal waktu akan terus berjalan dan tidak akan terulang kembali, hanya insan yang berimanlah yang akan sadar terhadap semua permaianan yang ada didunia ini, karena ia mempunyai cita-cita yang tinggi yang ingin dia raih dalam hidup ini.

          Masih ingatkah kita ketika kita masih kecil dahulu, ibu dan bapak kita selalu menanyakan kepada kita tentang cita-cita kita nanti apabila kita sudah dewasa, banyak diantara kita yang dengan lantang menjawab ingin jadi insinyur, ada yang ingin jadi mentri, pilot , dokter bahkan ada yang ingin menjadi presidan, yah itulah harapan indah kita sewaktu kita masih kecil dahulu, namun seiring berjalannya waktu kenapa seakan-akan harapan dan cita-cita yang kita tanam sejak kecil itu mulai menghilang, bahkan sekarang pada saat kita sudah dewasa ketika kita ditanya tentang cita-cita kita banyak diantara kita yang menjawab dengan pesimisme, seakan-akan mereka sudah tidak mempunyai kepercayaan diri lagi terhadap cita-cita yang mereka tanamkan sejak kecil dahulu dalam mengarungi kehidupan ini, pernah suatu ketika ada beberapa mahasiswa ditanya dalam sebuah seminar tentang cita-cita mereka setelah lulus kuliah, banyak diantara mereka yang bercita-cita ingin menjadi karyawan dalam sebuah perusahaan, dan ada juga diantara mereka yang masih bingung mau jadi apa mereka nanti setelah selesai kuliah.

          Sahabatku, inikah potret kehidupan kita saat ini, dimana banyak diantara kita yang sudah tidak mempunyai sifat optimisme dalam mengarungi kehidupan, padahal ayah dan ibu kita mengharapkan agar kita bisa menjadi orang yang sukses, apakah dengan kegagalan kita dalam menjalani kehidupan ini akan membuat mereka bangga? tentu tidak sahabatku, mereka ingin kita berhasil, mereka ingin kehidupan kita lebih layak dibandingkan mereka, jadi jangan sampai mereka kecewa dengan kegagalan kita, tapi buatlah mereka bangga dengan keberhasilan yang kita raih.

Sahabatku, ingat hidup ini adalah sebuah berjuangan dimana ketika kita tidak mau berjuang dalam hidup ini maka bersiap-siaplah kita menjadi seorang pecundang, maka selagi kesempatan masih ada gunakanlah ia dengan sebaik munkin, gunakanlah waktu yang ada dengan banyak berlatih, berusaha, dan jangan pantang menyerah, ingat tiada sesuatu itu sulit selama kita mau berusaha dalam menghadapinya, dan jangan lupa perbanyaklah berdoa dalam keseharianmu, karena semua yang terjadi pada diri kita adalah kehendak Allah.

Sekarang mari kita tumbuhkan lagi semangat bercita-cita seperti sewaktu kita masih kecil dulu, karena seorang bijak mengatakan bahwa orang yang memiliki cita-cita maka dia sudah meraih separuh dari kesuksesan hidup, jadi jangan takut bercita-cita sahabatku, tumbuhkan cita-cita yang tinggi dalam kehidupan kita agar hidup yang sekali ini kita jalani dengan keberhasilan yang gemilang, namun jangan hanya bercita-cita saja, tapi aplikasikanlah cita-cita anda dalam kehidupan ini. Selamat mencoba sahabatku.

pesen dari rahmad abdullah (syekhul tarbiyah)

 




Jadilah kalian orang-orang yang …

atsbatuhum mauqiifan .. yang paling kokoh atau tsabat sikapnya

arhabuhum shadran .. yang paling lapang dadanya

a’maquhum fikran .. yang paling dalam pemikirannya

ausa’uhum nazharan .. yang paling luas cara pandangnya

ansyatuhum ’amalan .. yang paling rajin amal-amalnya

aslabuhum tanzhiman .. yang paling solid penataan organisasinya

aktsaruhum naf’an .. yang paling banyak manfaatnya



1. Atsbatuhum mauqiifan (tsabat sikapnya)



Tsabat adalah nafas rijalul haq sepanjang zaman. Ia adalah nafas Al Khalil Ibrahim as yang selalu sehat berenergi bahkan ketika menghadapi gunungan kayu yang akan melahapnya, Bilal yang tegar ditindih batu, Sumayyah martir syahidah muslimah, dan sahabat yang lain.



" Orang-orang yang tsabat harus bersabar atas anggapan bahwa perjuangan mereka dibayar, cita-cita mereka disetir, dan tujuan mereka dunia, sehingga semua tak ada yang tabu. Sogok, suap, kolusi, penyalahgunaan kekuasaan, fitnah, pemutarbalikan fitnah mereka halalkan, tak peduli bendera apapun yang mereka kibarkan : demokrasi, kekyaian ataupun HAM. .. Maka diperlukan ketsabatan untuk sampai pada saatnya masyarakat memahami kiprah da’i yang sesungguhnya, jauh dari prasangka mereka yang selama ini terbangun oleh kerusakan perilaku da’wah oleh sebagian kalangan." (Untukmu Kader Dakwah, Rahmat Abdullah)



Tsabat artinya memiliki kekokohan sikap dan keteguhan prinsip, amanah, dan profesional dalam segala hal. Tidak menggadaikan prinsip dengan materi, tidak menukar keyakinan dengan jabatan. Bekerjalah dan berkaryalah dengan keyakinan sikap dan prinsip untuk membuktikan janji, meneguhkan komitmen untuk meraih taqwa.



Yakinlah dengan jaminan Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."" (QS Fushshilat 41:30)



2. Arhabuhum shadran (lapang dadanya)



Sikap paling menonjol dari Nabi saw adalah lapang dada, selalu ridha, optimis, berpikir positif, tidak mempersulit diri dan orang lain, memudahkan, menggembirakan, menebar kebaikan dan senyuman. Teladanilah Rasulullah, untuk mendidik diri agar lebih rahmat, penuh kelembutan dan berlimpah kasih sayang terhadap siapa saja. Itulah keshalihan sosial yang kekuatannya luar biasa.



"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka.." (QS Al Imran 3:159)



3. A’maquhum fikran (dalam pemikirannya)



4. Ausa’uhum nazharan (luas cara pandangnya)



Point ke tiga dan ke empat ini digabungkan dalam satu frase: spesialis dan berwawasan global. Dengan spesialisasi, diharapkan fokus pada keahlian atau keterampilan tertentu, sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Dan dengan berwawasan global, diharapkan tidak berpikiran sempit dan ’terkotak-kotak’ pada bidang tertentu, sehingga melupakan kepaduan pemahaman terhadap ilmu dan pengembangan dunia kontemporer. Hal ini dicontohkan oleh pribadi para ilmuwan Islam masa lalu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Biruni, dan lain-lain. Mereka adalah spesialis pada bidang-bidang tertentu, tetapi memiliki wawasan global terhadap perkembangan dunia di masanya.



"Belajarlah menggabungkan antara pengetahuan yang komprehensif, bersifat lintas disiplin dan generalis dengan penguasaan yang tuntas terhadap satu bidang ilmu sebagai spesialisasinya. Dengan begitu, sebagai seorang dai, Anda senantiasa berbicara dengan isi yang luas dan dalam, integral dan tajam, berbobot dan terasa penuh." (Menikmati Demokrasi, Anis Matta)



5. Ansyatuhum ’amalan (rajin amal-amalnya)



"Sesungguhnya amal yang dicintai Allah adakah yang berkelanjutan, meski itu sedikit."



Adalah bukan perkara mudah untuk istiqomah dalam amal ibadah, tapi mungkin dan bisa, asalkan kita membiasakan. At first we make habbit, at last habbit make you. Keseriusan, ketekunan dan kerja keras itulah yang mengantarkan seseorang pada derajat mulia, seperti ketekunan Bilal bin Rabbah yang menjaga dengan istiqomah kondisi suci dengan wudhu dan sholat 2 rakaat setelahnya yang berbuah surga.



6. Aslabuhum tanzhiman (solid penataan organisasinya)



"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS Ash Shaff 61:4)



"Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan di dalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan, dan lain-lain. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat modern menjadi sangat efektif, efisien, dan produktif.



Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan- keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain." (Dari Gerakan ke Negara, Anis Matta)



Bagaimanapun, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a "Kebenaran yang tak terorganisir akan terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir" . Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri, tanpa organisasi, dan kalau ada, biasanya tanpa manajemen. Seorang penumpang bis kalah ’sukses’ dengan ’jamaah’ penjambret.



Copet-copet bisa ’sukses’ karena organisasinya solid, jibakunya luar biasa. Jaringan narkoba ’sukses’ karena ketaatan dan kedisiplinan menjaga ’amanah’ jaringan mereka. Maka bila mereka bisa bersatu dalam dosa dan kejahatan, apatah lagi yang berjuang di jalan Allah, harus lebih rapi dan solid lagi dalam penaatan organisasi.



7. Aktsaruhum naf’an (banyak manfaatnya)



"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."(HR. Tirmidzi)



Raihlah bahagia dengan berkiprah, ringan membantu sesama dan senang membahagiakan orang. Jadilah pribadi andal layaknya bibit yang baik. Bibit yang baik, kata Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam "Mudzakirat Da’wah wa Ad Da’iyah", di manapun ia ditanam akan menumbuhkan pohon yang baik pula. Itulah sebaik-baik manusia, shalih linafsihi hingga naafi’un lighairihi.



"Perumpamaan mukmin itu seperti lebah. Ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik, tetapi tidak merusak." (HR. Thabrany)



"Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu." (HR. Ath-Thabrani)



Milikilah Allah dengan selalu dekat dengan-Nya. Milikilah Rasulullah dengan mantaati dan meneladaninya. Milikilah syafaat Al Qur’an dengan membaca(tilawah) , merenungkan( tadabbur) , menghafalkan( tahfidz), mengamalkan dan mendakwahkannya. Miliki dengan memberi.



Wallahu ’alam bish showab



Kutipan dari Mbak Diana di Bumi Allah, do’a kita untuk Almarhum Ust Rahmat Abdullah


profil muslim

 


Profil muslim sejati 


 


 



Ø     Aqidahnya selamat (salimul aqidah)

Anggota risma harus benar pemahaman aqidahnya, dan tidak boleh melakukan perbuatan2 bid’ah dalam peribadahannya, karena semua bid’ah itu sesat dan sesat itu tempatnya neraka ( hi.. ngeri bo’)

 

Ø     Ibadahnya benar (shohihul ibadah)

Anggota risma harus belajar bagaimana beribadah kepada Allah yang benar , yang sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad Saw.

 

Ø     Kokoh akhlaknya ( matinul khulub )

Anggota risma harus memiliki akhlak yang baik terhadap sesama, pada orang yang lebih tua kita harusa menghormatinya dan pada yang lebih muda kita harus saling menyayangi dan harus bisa menjadi tauladhan bagi mereka.ok

 

Ø     Mampu berekonomi ( qodirun alal kasbi )

Memang benar harta bukan segala-galanya, tapi tanpa harta segala yang kita inginkan akan sulit kita raih dan kita dapatkan jadi mililikilah cita2 untuk menjadi orang kaya supaya kamu lebih bermanfaat bagi manusia dengan harta yang kamu miliki.OK

 

Ø     Berwawasan luas ( mutsaqoful fikri )

Para anggota risma hendaknya memiliki wawasan yang luas dalam berbagai ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu tehnologi, maupun ilmu2 yang bermanfaat lainnya.

 

Ø     Kuat fisiknya   ( qowiyul jismi )

Kuatnya fisik akan didapat dengan berolahraga, jadi para anggota risma harus sering berolahraga, ya minimal lari2 kalau hari ahad pagi.ok

 

 

 

Ø     Kuat kesungguhan jiwanya   ( mujahidun linafsih )

Punyailah sebuah cita2 yang tinggi dalam hidup ini, kemudian raihlah cita2 itu dengan kesungguhan dan sebuah tekat yang besar, kemudian satu lagi jangan suka becanda dalam hidup ini karena itu bisa merendahkan martabatmu dihadapan orang sahingga hal itu bisa menjadi sebuah penghalang dalam mencapai tujuan hidupmu.

 

Ø     Bagus penampilannya ( munazhzhamun fi syu’unihi )

Seorang anggota risma harus bagus dalam penampilannya, baik caranya berpakaian, berbicara, dan tingkah lakunya harus sesuai dengan etika seorang muslim.

 

Ø     Cermat mengatur waktu ( harisun ‘ala waqtihi )

Gunakanlah waktumu dengan sebaik2nya ya...

Jangan sampai kita menggunakan waktu dengan percuma, karena sesungguhnya kewajiban kita labih banyak dripada waktu yang tersedia.

 

Ø     Bermanfaat bagi sesamanya ( nafi’un lighoirihi )

Ingat ya…kamu harus menjalani hidup in penuh makna dan jadilah orang yang bermanfaat bagi saudaramu karena orang yang paling mulia disisi Allah hádala orng yang paling banyak manfaatnya.

 

mari cari sifat2 Allah

Ingin jadi orang bijak, ingin bahagia dan mulia, maka luaskanlah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kalau kita kaya dengan ilmu maka dunia dengan sendirinya akan menghampiri kita.


Al-Waasi` adalah satu sifat Allah yang tercantum dalam asma`ul husna, yang artinya adalah Allah Yang Mahaluas. Kata Al-Waasi` tersusun dari huruf wau, syin, dan `ain. Setiap kata yang tersusun dari huruf-huruf ini menjadi antonim dari sempit atau sulit. Dari sini lahir makna-makna seperti "kaya", "mampu", "luas", "meliputi", "langkah panjang", dan sebagainya.


Allah adalah Dzat Yang Mahaluas. Luasnya kekuasaan Allah sungguh tidak terbatas, meliputi semua yang ada di langit dan di bumi. Allah Mahaluas Keagungan-Nya, sehingga Ia kuasa memuliakan siapa saja yang Ia kehendaki tanpa berkurang kemuliaan-Nya. Allah Mahaluas rezeki-Nya, sehingga Ia mampu memberikan karunia kepada semua makhluk tanpa berkurang sedikit pun kekayaan-Nya. Allah Mahaluas ilmu-Nya, sehingga Ia mengetahui segala sesuatu tentang ciptaan-Nya sampai hal sekecil-kecilnya. Ia mengetahui lintasan hati setiap manusia. Ia mengetahui jalannya seekor semut hitam yang merayap di batu hitam saat tengah malam yang kelam.


 

Ternyata, luas-Nya Allah itu berbeda dengan luasnya manusia. Luasnya dalam pandangan manusia selalu dibatasi ukuran. Lapangan sepakbola itu luas, namun bisa dihitung dalam meter. Seorang profesor pasti memiliki ilmu yang luas, namun luasnya ilmu profesor pasti berbatas dan hanya pada satu segi. Luas dalam pandangan Allah tidak dibatasi ukuran atau dimensi waktu. Ia laitsa kamitslihi syai`un; tidak bisa diserupai makhluk. Intinya, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini ada dalam genggaman Allah. Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di alam ini.


 

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari sifat Allah ini? Kita layak meniru sifat Allah ini dengan meluaskan ilmu, pengetahuan, dan wawasan dengan banyak menyimak, membaca, dan bergaul dengan para ulama. Makin luas ilmu kita, akan makin bijak pula kita, makin mudah menghadapi hidup, dan makin paham pula kita akan arah hidup. Keluasan ilmu dan pengetahuan akan memudahkan kita menyikapi masalah dengan cara tepat. Ingin jadi orang bijak, ingin bahagia dan mulia, maka luaskanlah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kalau kita kaya dengan ilmu maka dunia dengan sendirinya akan menghampiri kita.


 

Dengan meneladani sifat Al-Waasi` ini, kita pun harus belajar mengubah sudut pandang kita dalam hidup. Jangan memandang harta di atas segalanya. Harta memang rezeki dari Allah, tapi itu adalah tingkatan yang paling rendah. Kekayaan ilmu, kekayaan hati yang bersumber dari kekayaan iman jauh lebih tinggi di atas harta. Karena itu, kita jangan bangga dengan sesuatu yang rendah. Bukankah penjahat pun diberikan harta.


 

Yang tak kalah penting, kita pun harus memiliki keluasan hati. Suasana hati akan menentukan bahagia tidaknya hidup kita. Sehingga kita harus melatihnya agar senantiasa lapang. Berlatih untuk tidak mudah tersinggung, tidak mendramatisasi masalah, mudah memaafkan, dan menyadari bahwa yang dilakukan orang lain tidak akan selalu sesuai dengan kehendak kita, adalah sebagian cara untuk mendapatkan kelapangan hati. Makin luas sebuah lapangan, makin sulit terjadi gesekan. Ilustrasinya, di lapangan yang luas kita tidak takut dengan seekor tikus, kecoa, atau ular. Namun, akan beda rasanya jika kita bersama hewan-hewan tersebut di kamar kecil.


Rumusnya "2B2L" dapat pula dijadikan formula untuk menciptakan keluasan hati, terutama saat bergaul dengan orang lain. "B" pertama bijak terhadap kekurangan dan kesalahan, "B" kedua adalah berani mengakui kelebihan dan jasa orang lain. "L" pertama adalah melupakan jasa atau kebaikan diri. Dan "L" kedua adalah mampu melihat kekurangan dan kesalahan diri. Wallahu a`lam.

Hai Dunia

Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama CyberMQ Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.